Bunga

Ada sebuah joke ringan yang saya baca entah dimana, saya ogah mengingatnya karena memang susah untuk diingat – ingat.

Kurang lebih ceritanya begini, pada suatu hari dalam rangka memberi ucapan selamat atas pembukaan cabang baru rekan bisnisnya ia membeli bunga dan memintanya dikirimkan bunganya besok ke rumahnya agar bunganya tetap segar ketika peresmian itu tiba.

Keesokan harinya ketika hendak menghadiri peresmian cabang baru itu ia memeriksa bunga yang sudah dipesannya. Ia membaca kartu ucapan dalam bunga itu, betapa terkejutnya ketika kartu itu bertuliskan TURUT BERDUKA CITA.

Saking marahnya, orang itu buru – buru ke penjual bunga tadi.

“Bapak ini gimana sih ? Saya kan kemarin pesannya bunga untuk peresmian cabang baru, bukan untuk orang meninggal ! Untung belum sempat saya berikan ! Apa jadinya jika rekan saya menerima bunga yang saya pesan tadi ?Bapak Sadar tidak bahwa kesalahan Bapak bisa merusak citra saya ?”

Penjual bunga itu bernafas sebentar, lalu berkata,”Daripada bapak marah – marah begitu, sekarang bapak bayangkan saja, di tempat lain dalam sebuah pemakaman telah terkirim bunga bertuliskan SELAMAT ATAS TEMPAT BARUNYA, SEMOGA NYAMAN.”

🙂 🙂 🙂

Begitu jokenya, dan saya terkesan. Disamping memang joke itu mengena juga ada hal yang bisa kita ambil dari joke itu. Bahwa dalam kemalangan nasib, kemalangan hidup dan segala hal buruk yang kita dapati, tanpa kita sadari ada yang lebih buruk dari itu semua. Hanya saja semua itu tidak kita sadari.

Selamat hari Selasa, semoga semakin mantap berkarya !

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s