Corona

Harusnya gue bukan nulis tentang Corona tapi tentang keabsenan yang begitu lama sampai blog menjadi sarang laba-laba yang kemungkinan besar mata-mata dari Spiderman.

Gue emang lama banget nggak nulis, nggak nulis blog lebih tepatnya. Karena disamping nulis blog, gue juga nulis yang lainnya. Selain itu gue sedang disibukan ini itu untuk beberapa tahun terakhir jadi wajarlah kalau niat hiatus untuk beberapa bulan berubah menjadi beberapa tahun. Sungguh itu diluar rencana.

Tapi bersyukurlah Corona merubah dan memanggilku kembali untuk menorehkan beberapa kata karena sepertinya sayang banget ketika dunia sedang diancam oleh pandemi dan dibuat heboh serta panik lalu gue diam aja padahal angan-angan mencetak banyak cerita.

Gue nggak akan bercerita secara medis karena bukan jatah gue untuk menulis tentang itu, sudah ada ahlinya tersendiri. Gue hanya akan bercerita dengan apa yang gue tangkap selama pandemi ini terjadi tentunya dengan tangkapan orang awam. Dan santai, gue coba tangkap sisi positifnya karena kalo sisi negatifnya kita sudah terlalu banyak berduka.

Jadi, inilah tangkapan gue terhadap Corona :

Pertama, bumi makin sehat dan makin baik saja. Ini sebenarnya mengingatkan gue sama film Kingsmen : Secret Service yang dalam teorinya itu bahwa manusia adalah virus bagi bumi. Semakin banyak manusia maka semakin banyak virus dan bumi semakin sakit. Jujur gue sangat setuju dengan teori ini walaupun gue lebih suka teorinya Thanos saat pengen basmi setengah populasi galaxy tanpa tebang pilih.

Lihat saja New Delhi sama Jakarta, polusinya yang dulunya level Dewa kini sudah tiada.

Screenshot_2020-04-21-18-15-24-46

Screenshot_2020-04-21-18-16-23-97

Kedua, orang sekarang jadi peduli dan sadar gaya hidup sehat.

Ini adalah kemajuan yang sangat pesat dalam dunia kesehatan. Dulu sebelum wabah Corona terjadi, orang cuci tangan itu pas mau makan atau pas dokter habis analisa pasien. Sekarang cuci tangan menjadi hal yang wajib dan hand sanitizer sekarang wajib dibawa kemana-kemana. Kalau mereka (termasuk gue) sadar dari dulu kalo cuci tangan itu baik, pasti udah dilakuin tanpa perlu digalakan oleh pegiat kesehatan dan menjadi poster penghias di rumah-rumah sakit.

Gue jadi keinget sama Howie Mendel sang juri di ajang pencarian bakat. Dulu gue sempet ketawa ketika dia punya phobia jabat tangan karena menurutnya tangan manusia itu penuh bakteri dan kuman. Gue pikir dia orang yang suka menistakan orang lain dan menganggap orang lain itu kotor dan menjijikan.

Tapi setelah Corona, pikiran gue mulai terbuka dan mulai ngerti mesti nggak ngerti banget bagaimana ketakutan dari jabat tangan. Dan gue rasa phobia ini bakalan menular ke depannya. Apalagi buat mereka yang phobia sama Corona.

Selain itu, sekarang orang jadi rajin pake masker padahal ini kebiasaan yang bagus yang harusnya dilakukan sejak dulu apalagi polutan di negeri ini kian meninggi.

Kalo gue mah beda, walaupun gue di desa dimana polusinya hampir tidak ada gue udah make masker sejak dulu. Bukan buat gaya-gayaan sih, cuma emang hidung gue punya beberapa alergi yang kadang pake masker pun masih alergi dan gampang banget ingusan. Sederhana sih, kadang cuma karena debu jalanan kena hujan atau sekedar kebanyakan menghirup udara dingin sore atau malam. Sesederhana itu dan gue langsung ingusan kaya orang kena flu. Bisa sembuh dalam hitungan jam bisa juga dalam sehari.

Makanya hobi mendaki sebenarnya adalah hobi yang berat buat gue. Karena gue sama saja menentang alergi gue sendiri dimana gue harus menjaga nafas dan tubuh gue tetap hangat atau gue bakalan menghabiskan waktu di puncak cuma buat ngeluarin ingus sebanyak mungkin.

Kayanya emang segitu dulu cuap-cuap gue tentang Corona. Semoga bencana ini segera sirna dan kehidupan baik seperti sedia kala dan semoga kita benar-benar belajar dan siaga agar bencana seperti ini bisa kita antisipasi bahkan sebelum terjadi. Amin.

Oh, iya saya lupa. Apakah kamu pake kacamata ? Cuma nanya aja sih.

93644603_10160450735086840_1328773838120419328_o

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s