LCDP X – Naga Hitam di Langit Biru Rosemelia

naga hitam di langit biru rosemelia

Cerita ini diikutsertakan ke lomba LCDP X dalam rangka ulang tahun LCDP ke-10. Baca cerita lainnya di eliteralcdp.wordpress.com

Siang itu semua petinggi kerajaan berkumpul di aula kerajaan membahas kegentingan yang terjadi. William Smith yang merupakan Sang Raja juga turut hadir meski terlihat memaksa karena kesehatannya semakin hari semakin memburuk. Ia hanya mengawasi jalannya rapat karena wewenang raja telah ia limpahkan pada putri tunggalnya meski ia belum menobatkannya menjadi ratu. Sang Raja menunggu putrinya berumur dua puluh tahun untuk mewarisi tahta kerajaannya. Sebelum umur itu terpenuhi, segala urusan masih tanggung jawab sang raja meski untuk beberapa kasus ia serahkan pada putrinya, termasuk kasus yang sekarang.

Rapat dimulai  dengan pembacaan situasi oleh Sang Putri sendiri,”Seperti yang kita ketahui, Kerajaan Modor telah melakukan ekspansi dan menyatakan perang terhadap seluruh kerajaan. Kita pun telah tahu bagaimana nasib Kerajaan Fungi yang baru saja ditaklukan dengan keganasan serta kerajaan kecil lain yang menjadi korban pangeran yang sangat ambisius dan kejam, Alex William. Dan sebagaimana yang kita ketahui, Kerajaan kita Rosemelia adalah kerajaan terakhir di wilayah Green Forest yang masih bertahan. Untuk itu aku mengumpulkan kalian untuk menghadapi situasi yang terburuk.” Kelarin Baca !

In Memory of Irrfan Khan

Beberapa hari lalu ada berita mengejutkan, salah satu aktor Bollywood Irfan Khan meninggal dunia ditengah-tengah Pandemi Corona. Buat sebagian orang, Irfan Khan mungkin aktor yang biasa-biasa saja, tapi bagi gue dia adalah salah satu sosok idaman.

285400-1696428-updates-21e7da084ae0da1fdefec29f8311cbaa_600x400

Gue nggak tahu dengan rekam jejak secara detail bagaimana dia masuk dalam industri film Hollywood dan nongol dalam beberapa film kesukaan gue. Mungkin kesukaan gue bukan karena filmnya saja tapi karena dia masuk sebagai salah satu pemeran penting di dalamnya. Bayangkan saja seorang India menjadi salah satu pemeran penting dalam film Amerika. Ini adalah hal yang langka. Buat gue ini seperti sebuah harapan bahwa siapa pun bisa masuk ke dalam dunia perfilman Amerika. Dan Irrfan Khan adalah salah satu contohnya.

Sebenarnya Indonesia pun juga hampir pernah punya tokoh yang melegenda yang masuk dalam scene film bergengsi sekelas Marvel. Tapi entah kenapa malah nggak jadi. Sayang banget, padahal banyak banget yang antusias termasuk gue.

Jika ada yang nampol dari seorang Irrfan Khan, tentu saja itu karena The Lunchbox.

jQ2yPJc

Kelarin Baca !

Sexy Killer

Penyesalanku terlalu terlambat untuk dimulai. Sebagai salah satu manusia yang selalu bersentuhan dengan internet dan sempat trending tentang Sexy Killer, saya adalah manusia hina yang menonton Sexy Killer paling akhir. Dan malangnya, saya nonton pas bulan puasa.

Ada emosi, ada caci dan banyak kata-kata kotor yang pengen saya lontarkan satu per satu di sepanjang tayangan Sexy Killer ini. Saya belum pernah merasa begitu benci hingga begitu emosi melihat tayangan yang penuh dengan ketidak adilan ini. Emosinya itu melebih emak-emak yang greget nonton reality show bohong-bohongan di tipi.

Entah berapa kali mata ini hampir saja menangis sejadi-jadinya tapi ditahan semoga kuat dan semoga kuat. Dan ajaib, hanya dada yang terasa sesak dan tenggorokan yang tercekat, sisanya mata ini hanya mampu berkaca-kaca. Perih rasanya.

Saat ini pikiran saya pecah, jiwa pun ikut remuk dan raga pun seakan ikut ambruk. Pikiran ini nyasar kemana-kemana termasuk pada sebuah tulisan karya Dewi Lestari (Harta Karun untuk Semua), sebuah tulisan yang sangat dan begitu menginspirasi untuk semakin bersahabat dengan alam. Lalu ada juga sebuah video dari Nas Daily tentang perjalanan sampah di Singapura (The Exciting Journey of Trash!). Yang entah bagaimana ini itu video baru ditonton kemarin dan momennya pas banget dengan saat ini.

Saya tidak bisa berkontribusi banyak dengan semua masalah itu. Tapi setidaknya ada sedikit yang bisa lakukan, mulai semakin berhemat dengan listrik, mengantongi sampah plastik sampai nemu tempatnya hingga berdo’a semoga cepat ada pengganti PLTU seperti di Singapura.

Dan sebagai pungkasan terakhir, saya pengen mengutip tulisan dari Harta Karun untuk Semua.

Dan mereka benar. Hidup ini tak mudah. Untuk itu kita justru harus belajar menghargai setiap jengkalnya. Memilih hidup yang lebih sederhana, hidup dengan tempo yang lebih pelan, hidup dengan pengasahan kesadaran, tak hanya membantu kita lebih eling dan terkendali, tapi juga membantu Bumi ini dan jutaan manusia yang dijadikan alas kaki oleh industri demi pemenuhan nafsu konsumsi kita sendiri.

Lingkaran setan? Ya. Tapi tidak berarti kita tak sanggup berubah.

Selama ini kita adalah pembeli yang berlari. Dalam kecepatan tinggi kita bertransaksi, sabet sana sabet sini, tanpa tahu lagi apa yang sesungguhnya kita cari.

Berhentilah sejenak. Marilah kita berjalan.