Corona

Harusnya gue bukan nulis tentang Corona tapi tentang keabsenan yang begitu lama sampai blog menjadi sarang laba-laba yang kemungkinan besar mata-mata dari Spiderman.

Gue emang lama banget nggak nulis, nggak nulis blog lebih tepatnya. Karena disamping nulis blog, gue juga nulis yang lainnya. Selain itu gue sedang disibukan ini itu untuk beberapa tahun terakhir jadi wajarlah kalau niat hiatus untuk beberapa bulan berubah menjadi beberapa tahun. Sungguh itu diluar rencana.

Tapi bersyukurlah Corona merubah dan memanggilku kembali untuk menorehkan beberapa kata karena sepertinya sayang banget ketika dunia sedang diancam oleh pandemi dan dibuat heboh serta panik lalu gue diam aja padahal angan-angan mencetak banyak cerita.

Gue nggak akan bercerita secara medis karena bukan jatah gue untuk menulis tentang itu, sudah ada ahlinya tersendiri. Gue hanya akan bercerita dengan apa yang gue tangkap selama pandemi ini terjadi tentunya dengan tangkapan orang awam. Dan santai, gue coba tangkap sisi positifnya karena kalo sisi negatifnya kita sudah terlalu banyak berduka. Kelarin baca

Online Marketer, Trik Paten Jualan Online

Judulnya click bait banget ya ? Biarin.

Beberapa hari ini saya aktif di facebook, tidak seperti biasanya yang buka beberapa kali seminggu, ngecek notifikasi dan ternyata kosong selain permintaan pertemanan dari orang yang random. Namun yang paling menganggu ketika masuk ke laman facebook adalah facebook sudah beralih menjadi lapak online. Hampir setiap buka facebook feed beranda pasti penuh dengan orang-orang jualan apa saja yang di posting secara langsung di akun pribadi (bukan akun online shop) atau di grup jual beli.

Pengen nangis sebenarnya, karena yang nyepam jualan itu semua teman-teman saya semua yang saya kenal dengan baik dan kebanyakan adalah teman sekolah. Tidak ada salahnya siih mereka meraup rejeki dengan jalan jualan di facebook pribadi. Tapi jualannya cuma ikut-ikutan trend dan nyepam lama-lama juga bikin sakit mata dan bikin pengen blok feed.

Ada loh trik dan tips jualan online bukan cuma asal nyepam dan menuh-menuhin beranda secara brutal dengan dagangan dengan harapan orderan sampai inden dan sukses lancar jaya. Karena nggak mungkin hanya dengan repost dan repost langsung dapat banyak tangkapan mata.

Maka dari itu demi benerin feed facebook yang penuh dengan spam gamis, hijab dan barang lainnya. Maka ijinkanlah saya ngasih tahu bagaimana cara jualan manis berdasarkan pengalaman pribadi suka sama akun yang jualannya anti mainstreem banget. Lanjutin Kepoin Yuk !

Atta Halilintar


AttaKemarin Atta Halilintar barusan nembus subscriber 11 juta yang menobatkannya menjadi youtuber nomor satu di Asean.

Kalo boleh jujur sih, aslinya saya baru denger kalo Atta itu youtuber. Maklum, sebagai anak yang inetnya dimodalin kuota tipis pasti jarang banget buka yutub kalo nggak pas kepepet banget, misal; tutorial cara make peci atau tutorial make sarung yang sar’i. Selama ini yang saya tahu tentang youtuber Indonesia yang terkenal cuma Bang Radit dan Jess No Limit. Bang Radit tentu saja karena dulu saya adalah penggemar buku-bukunya dan pembaca setia blognya. Sedangkan Bang Jess itu karena guru Mobile Legend walo sekarang game itu udah pensiun. Jadi fix ya, saya bukan youtube streamer kecuali kalo dapet wifi gretongan. Maklumin dikit lah pada kaum missqueen ini.

Saya nggak benci sama Atta, karena saya nggak punya alasan benci sama dia. Kalau saya youtuber mungkin saya benci setengah mati sama dia karena dia sukses dan jatuh pada impian seorang youtuber yang karirnya makin hari makin menanjak. Tapi berhubung saya cuma tukang nulis diary yang nggak berguna dan nggak punya follower juga dan nggak ada rasa kalo kehidupan nista saya dirampas sama Atta jadi bener-bener saya nggak ada hati buat ngebenci Atta.

Tapi yang saya salut dari Atta adalah dia orangnya kukuh, kuat dan hebat. Nggak terhitung jumlahnya hater yang menetas semenjak subscribernya nongkrong nomor satu di Indonesia sehingga melahirkan perseteruan terbuka pas video prank Gold Digger. Dan gara-gara itu saya harus buka video itu dan nonton sampai kelar orang yang nyamar jadi tukang cuci mobil dan ngajak kenalan sama pelanggannya.

Kalau mau bilang video itu nggak mendidik, ya emang nggak mendidik sih. Nggak ada sama sekali !Apanya yang mendidik, itu cuma video lucu-lucuan menurut saya dan cukup menghibur. Andaikan saya harus milih nonton prank video Gold Digger sama suruh nonton sinetron khas Indonesia yang isinya cuma rebutan harta sama pacar yang episodenya sampai ribuan, saya mending nonton video prank itu, jelas kehibur dan itu mewakili kaum missqueen macam saya yang nggak pernah terlihat dimata cewe-cewe matre dan dalam hati kecil, saya membenarkan video prank itu. Perkara itu setingan mah bodo amat. Kelarin Baca ?