LCDP X – Naga Hitam di Langit Biru Rosemelia

naga hitam di langit biru rosemelia

Cerita ini diikutsertakan ke lomba LCDP X dalam rangka ulang tahun LCDP ke-10. Baca cerita lainnya di eliteralcdp.wordpress.com

Siang itu semua petinggi kerajaan berkumpul di aula kerajaan membahas kegentingan yang terjadi. William Smith yang merupakan Sang Raja juga turut hadir meski terlihat memaksa karena kesehatannya semakin hari semakin memburuk. Ia hanya mengawasi jalannya rapat karena wewenang raja telah ia limpahkan pada putri tunggalnya meski ia belum menobatkannya menjadi ratu. Sang Raja menunggu putrinya berumur dua puluh tahun untuk mewarisi tahta kerajaannya. Sebelum umur itu terpenuhi, segala urusan masih tanggung jawab sang raja meski untuk beberapa kasus ia serahkan pada putrinya, termasuk kasus yang sekarang.

Rapat dimulai  dengan pembacaan situasi oleh Sang Putri sendiri,”Seperti yang kita ketahui, Kerajaan Modor telah melakukan ekspansi dan menyatakan perang terhadap seluruh kerajaan. Kita pun telah tahu bagaimana nasib Kerajaan Fungi yang baru saja ditaklukan dengan keganasan serta kerajaan kecil lain yang menjadi korban pangeran yang sangat ambisius dan kejam, Alex William. Dan sebagaimana yang kita ketahui, Kerajaan kita Rosemelia adalah kerajaan terakhir di wilayah Green Forest yang masih bertahan. Untuk itu aku mengumpulkan kalian untuk menghadapi situasi yang terburuk.” Kelarin Baca !

Corona

Harusnya gue bukan nulis tentang Corona tapi tentang keabsenan yang begitu lama sampai blog menjadi sarang laba-laba yang kemungkinan besar mata-mata dari Spiderman.

Gue emang lama banget nggak nulis, nggak nulis blog lebih tepatnya. Karena disamping nulis blog, gue juga nulis yang lainnya. Selain itu gue sedang disibukan ini itu untuk beberapa tahun terakhir jadi wajarlah kalau niat hiatus untuk beberapa bulan berubah menjadi beberapa tahun. Sungguh itu diluar rencana.

Tapi bersyukurlah Corona merubah dan memanggilku kembali untuk menorehkan beberapa kata karena sepertinya sayang banget ketika dunia sedang diancam oleh pandemi dan dibuat heboh serta panik lalu gue diam aja padahal angan-angan mencetak banyak cerita.

Gue nggak akan bercerita secara medis karena bukan jatah gue untuk menulis tentang itu, sudah ada ahlinya tersendiri. Gue hanya akan bercerita dengan apa yang gue tangkap selama pandemi ini terjadi tentunya dengan tangkapan orang awam. Dan santai, gue coba tangkap sisi positifnya karena kalo sisi negatifnya kita sudah terlalu banyak berduka. Kelarin baca

In Memory of Irrfan Khan

Beberapa hari lalu ada berita mengejutkan, salah satu aktor Bollywood Irfan Khan meninggal dunia ditengah-tengah Pandemi Corona. Buat sebagian orang, Irfan Khan mungkin aktor yang biasa-biasa saja, tapi bagi gue dia adalah salah satu sosok idaman.

285400-1696428-updates-21e7da084ae0da1fdefec29f8311cbaa_600x400

Gue nggak tahu dengan rekam jejak secara detail bagaimana dia masuk dalam industri film Hollywood dan nongol dalam beberapa film kesukaan gue. Mungkin kesukaan gue bukan karena filmnya saja tapi karena dia masuk sebagai salah satu pemeran penting di dalamnya. Bayangkan saja seorang India menjadi salah satu pemeran penting dalam film Amerika. Ini adalah hal yang langka. Buat gue ini seperti sebuah harapan bahwa siapa pun bisa masuk ke dalam dunia perfilman Amerika. Dan Irrfan Khan adalah salah satu contohnya.

Sebenarnya Indonesia pun juga hampir pernah punya tokoh yang melegenda yang masuk dalam scene film bergengsi sekelas Marvel. Tapi entah kenapa malah nggak jadi. Sayang banget, padahal banyak banget yang antusias termasuk gue.

Jika ada yang nampol dari seorang Irrfan Khan, tentu saja itu karena The Lunchbox.

jQ2yPJc

Kelarin Baca !