Ada

Ada kalimat yang belum selesai mencapai titik. Ada kata yang belum sempat terangkai menjadi cerita. Ada rasa yang belum sempat ku kecap. Ada rencana yang mulai bising di telinga.

Semua terasa ada ketika hanya bertangan dua dan tak bisa menjangkau semua. Perjuangan hari ini cukup sampai di sini. Ada  lagi esok hari jika memang masih ada waktu di bumi.

Ganbate !

Keinginan

Ada keinginan untuk menguji kekuatan kaki ini dalam medan yang terjal dan berbatu. Ada keinginan untuk menguji nafas ini dalam hembusan kabut tipis. Ada keinginan mata ini melihat terbitnya mentari dalam kebesaran Tuhan. Ada keinginan menapakan kaki ini di salah satu puncak di negeri ini.

Ada keinginan.

Hati

Hati. Bukan sesuatu yang harus kamu punyai. Tapi sesuatu yang harus kamu rubah.

Hati. Intisari dari semua rasa yang ada. Lidah ? Mata ? Telinga ? dan semua indra yang ada, hanyalah perantara. Dan hati akan menguatkannya dan mungkin akan memorinya.

Pernahkah hatimu kacau ? Bagaimana rasanya ? Rasanya ikut kacau. Lidah pun tak bisa menikmati makanan yang seharusnya nikmat luar biasa. Mata pun sama, tak bisa menikmati hal indah di depannya. Telinga ? Musik indahpun tak berguna.

Lihatlah, pagi begitu indah. Sapaan lembut dingin yang kian menghangat, sinar mentari yang membentuk tombak dengan cahayanya yang menerobos setiap celah bangunan, setiap  celah pepohonan.

Mengapa terasa begitu indah pagi ini ? Ini adalah pagi yang sama dengan kemarin-kemarin dan besok atau besoknya lagi.

Hati. Sekali lagi hati. Bukan sesuatu yang harus kamu punyai. Tapi kamu rubah.

Pada saatnya nanti. Mendung hujan dan angin topan dalam permulaan hari tak kalah indahnya dengan pagi kali ini. Lebih indah dari segalanya.

Hati.