Me Vs JNE

Pada akhirnya drama yang panjang ini hanya menyisakan tawa dan senyum pada diri sendiri. Drama yang dimulai saat saya beli Mouse dan Headset di toko online make jasa antar JNE. Barang yang saya pentingin itu Mouse karena mouse yang ada udah ngambek dan minta diganti karena sering banget double click sendiri. Sedangkan headset adalah aksesoris penambah belanja biar nembus gratis ongkir. Lagian duit yang dipakai buat beli adalah duit Imlek dari aplikasi yang ngadain event angpao. Lumayan, biar jomblo yang penting dapet angpao.

Namun kegembiraan angpao hilang setelah beberapa hari sejak order dan saya pantau terus pengirimannya hingga suatu hari mendapat notifikasi kalau barang yang saya pesan sudah sampai ditujuan.

Pertama saya senang karena akhirnya angpao tiba juga di rumah namun akhirnya saya harus kecewa setelah saya cek dan tanya sama anggota keluarga tidak ada yang menerima paket kiriman yang dimaksud. Plus, saya sebagian besar menghabiskan waktunya di rumah jadi kalau ada kurir yang datang pasti saya tahu.

Hal pertama yang saya lakuin adalah komplen di aplikasi belanja online bahwa barang belum diterima dan notifikasinya tertera sudah sampai ditujuan. Yang kedua saya siapkan screen shootnya lalu saya kirimkan via email costumer service JNE. Sehari nggak ada respon sama sekali, lalu saya beralih ke twitter, namun di twitter juga nggak ada respon; mulai dari DM hingga tweetnya.

Sampai disitu saya mulai kehabisan akal, udah berniat banget buat nge-tweet kata-kata kasar ke akun JNE itu. Ada banyak kata-kata kasar yang tersedia dan siap dipencet oleh jari-jari emosi, mulai dari bangsat, tai, anjing dan segala macemnya. Namun karena masih punya kontrol diri, alhasil saya cuma ngetweet kalau JNE itu payah. Itu pun masih nggak direspon.

Setelah beberapa cara tadi nggak berhasil, ada dua alternatif yang belum dicoba : dateng ke kantor cabang  atau telfon langsung ke costumer service.  Jadilah saya ambil alternatif kedua, beli pulsa lalu dengan berbesar hati saya relakan pulsa itu buat nelfon ke telfon rumah yang sudah pasti jelas mahalnya (maklum, kaum missqueen).

Dan setelah bicara sama CS dan menyampaikan keluhan dan dicek resinya, emang komplain saya udah masuk lewat email, hanya saja mereka tidak membalas sekedar untuk menenangkan kegundahan hati saya itu lho. Dan setelah itu saya disuruh menunggu proses selanjutnya. Harusnya, para CS itu bilang begini;

Oke Kak, ditunggu ya responnya, kami proses terlebih dahulu.

Sebaris kalimat itu sudah bikin adem dan saya nggak akan hubungi semua platform yang ada cuma buat nyari kepastian dimana Mouse gue ? Dan itu juga sebagai tanda kalau komplen saya masuk dan serius ditanggapi. (sedikit masukan buat admin JNE yang pegang email atau akun sosmed).

Saya hanya butuh kejelasan dari pihak JNE atas barang yang menjadi hak saya karena nyatanya saya dan pihak keluarga tidak menerima barang yang dimaksud. Kalau memang barang itu hilang atau rusak, buat saya nggak masalah. Mau diganti ya alhamdulillah, enggak saya juga udah ikhlas, saya mau pesen mouse lagi tapi tidak make jasa ini lagi.

Tapi sebelum saya membeli lagi, saya hanya ingin memastikan pembelian pertama saya. Takutnya laptop saya poligami dengan dua mouse sementara yang punya laptop masih jomblo. Bukannya saya iri, saya cuma tidak terima aja.

Mungkin nasib saya saja yang kurang beruntung, kenapa saya harus punya trouble dengan JNE ketika JNE sendiri sedang trouble dengan kargo udara. (Baca : Pengguna Jasa JNE Keluhkan Pengiriman Usai Garuda Indonesia Tangguhkan Pengiriman Barang)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s