Short Term Relationship

Sering saya bertanya pada diri sendiri ketika ada orang yang belum ketemu lama, masih dalam hitungan bulan bahkan ada yang baru kenal beberapa minggu tapi langsung aja pada merit. Pertanyaannya, dalam waktu sesingkat itu apa yang mereka yakini ?

Saya sama sekali tidak meragukan mereka yang langsung menyatakan nikah setelah ketemu beberapa hari atau beberapa minggu. Tapi yang saya ragukan adalah mereka adalah orang yang tidak bisa membedakan antara kegembiraan sesaat dan komitmen yang harus dihadapi ketika sudah nikah.

Oke, katakan saya adalah mahluk kuno yang menganut gaya lama yang menganggap seolah-olah nikah adalah hal sakral yang sulit dijalani. Yah, kenyataannya nikah itu sulit, banyak yang nggak survive.

Umpamakan saja saya ketemu dengan orang saya cinta, boleh ambil contoh dia itu Jen Ledger (beking pokal Skillet plus dramer). Setelah ketemu sama dia, ternyata dia juga suka sama saya karena ternyata selain saya gemesin saya juga mudah dianiaya terus ngasih makannya mudah, apa aja doyan dan cenderung rakus. Dan setelah kenal beberapa minggu, dia merasa bahwa kita adalah pasangan yang cocok dan dia ngajak untuk seriusan,”Bagaimana kalo kita nikah aja ?”(Sengaja saya bikin dia yang ngelamar duluan biar narasinya pas).

Untuk beberapa detik pertama saya pasti bahagia banget, tapi detik selanjutnya saya yang takut banget. Saya takut bukan saya tak berani nikah, tapi saya takut itu hanya kegembiraan sesaatnya. Mungkin dia ngajak nikah karena selama beberapa minggu ini dia selalu klop bahas ini itu sama saya dan dia rasa itu sudah cukup buat jadi alasan nikah. Itu yang menakutkan ! Dia hanya melihat saya dalam perkara nikahnya tapi dia tidak melihat bagaimana keluarga saya, apa latar belakangnya, bagaimana prinsip hidup yang saya dan keluarga jalani. Sebenarnya sih itu bukan terlalu masalah jika memang dia adalah orang yang suka dengan kejutan, orangnya sangat terbuka dan tipe orang yang nurut. Tapi itu bakalan lain cerita manakala dia adalah yang wanita berprinsip dan prinsip itu beda dengan hidup saya maupun keluarga saya.
Bayangkan saja jika keluarga saya punya prinsip ‘Makan nggak makan asal ngumpul’ dan dia punya prinsip ‘Kumpul nggak kumpul asal makan’. Dan keduanya nggak mau mengalah. Imagine that !

Nikah buat saya bukan perkara penyatuan dua manusia yang berbeda kelamin tapi juga nyatuin dua keluarga yang mungkin saja berbeda dalam segala hal, dalam prinsip hidup, prioritas hidup bahkan dalam adat dan kebudayaan yang mana hal-hal itu adalah hal yang krusial, yang setiap saat bisa memercikan bara pertengkaran.

Jadi begitulah, saya bukan penganut Short Term Relationship alias Pacaran Jangka Pendek. Selain butuh saya butuh mengenal dia lebih jauh, saya juga butuh mengenal semua yang berhubungan dengan dia, entah itu saudara, keluarga, teman atau gaya hidupnya, begitu juga sebaliknya dengan dia. Saya tidak ingin terjebak dalam kegembiraan sesaat sehingga saya melewatkan beberapa hal yang sangat penting.

Meskipun begitu, nikah adalah hal yang baik dan saya tidak akan menunda hal yang baik. Hanya saja saya tidak ingin terburu-buru dan asal nikah. Karena jika itu tujuan saya, saya bisa menjalaninya dengan siapa saja, termasuk dengan wanita malam pinggir jalan. Tapi saya ingin pernikahan saya adalah pernikahan yang bermanfaat yang mampu mendatangkan kebaikan dan untuk itu saya butuh seseorang yang punya kriteria tertentu. Dan ketika saya menemukan seseorang dengan kriteria itu, saya tidak akan terburu-buru namun juga tidak akan saya perlambat.

2 tanggapan untuk “Short Term Relationship

  1. Aku malah maunya STR ini, alasannya ya… selama apapun mengenal pasangan, toh setiap waktu akan nemu hal2 baru gitu sama pasangan. Terus kalau aku sebagai cewek, memilih STR juga karena “emang kalau lama, bakal dinikahin, belum tentu juga” jadi kaya ngabisin waktu aja sih aku mah.

    Ini aku semacam curhat ya.

    Tapi nyonjot ngerti gak sama komen aku? Plis ngertiin walau kita gak sependapat hahaha.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s