PMS

Warning : Bacaan ini tidak dianjurkan untuk orang yang lagi PMS. Namun jika ngeyel ya monggo, saya sudah peringatkan. No offense.

PMS

Dicaplok dari Wikipedia, PMS artinya Pre Menstrual Syndrome adalah kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosi yang terkait dengan siklus menstruasi wanita. Sedangkan menurut saya pribadi, PMS sih kejadian sebelum cewe dapet tamu bulanan.

Oke, mari kita serius.

Kenapa mendadak saya ngomongin PMS ? Karena saya sadar bahwa ada dua hari kesaktian para cewe dimana dihari itu mereka adalah penguasa. Dua hari itu adalah hari dimana cewe lagi PMS dan hari dimana cewe lagi ngidam. Dua hari itu adalah hari yang sakral yang mana cewe merasa bahwa seluruh perhatian umat cowo harus tertuju pada padanya. Ini adalah teori sangat ngeri gaes, sengeri teori illuminati.

Memang sejauh ini belum ada histori ada cowo menang ngelawan cewe lagi PMS. Bagi yang udah punya pasangan, baik yang masih jadi pacar atau yang udah menjadi istri, mereka pasti paham ketika cewe mengaktifkan mode tak tersentuhnya alias PMS. Buat gamer, PMS itu ibarat cheat code buat ngerubah karakter menjadi God Mode, One Kill Shoot atau Invicible Mode. Para gamer tahu, mode itu adalah mode sakti yang nggak ada bisa ngalahin. Musuh sekali gebuk langsung mati, sekali tembak langsung head shoot dan dibacok atau dijurus segala macem nggak mempan. Enak, tapi musuhnya yang sengsara. Saat itulah ngerasa game sudah menjadi tidak adil/nggak seimbang.

Entah apa misteri dan historinya ketika cewe lagi PMS, mereka suka marah-marah nggak jelas, hal kecil apa diributin, mau apa pengennya diturutin. Persis banget kaya negara yang damai lalu tiba-tiba negara api menyerang lalu terjadilah perang yang dimenangkan oleh pasukan PMS. Dan ketika mereka ditanya kenapa marah-marah, jawaban mereka selalu standar.

“Elu sih nggak ngerti sakitnya PMS. Sakit !!!”

Ya pantes lah kita nggak ngerti sakitnya PMS, kita kan cowo mana pernah kita PMS. Lagian itu kan urusan wanita dengan daerah kewanitaanya (jangan tanya ini daerah mana, di peta mana pun saya nggak nemu lokasi ini, google map juga nggak ngebantu sama sekali). Kita mana pernah berdarah kalau nggak luka, andai berdarah pun pasti warnanya lain, bukan merah.

Tapi kita tahu kog sengsaranya kaya apa kalau kalian para cewe lagi PMS. Kita tahu karena kita adalah korbannya. Kita merasa bebas dicubit, dipukulin, dimarahin dan bebas diapa-apain, kaya boneka vodoo. Kita mah cuma pasrah, karena kalian punya alasan yang nggak mungkin kami pahami.

Yang kami sadari saat cewe PMS, mereka itu kayak berubah menjadi iblis dalam satu seketika. Yang tadinya cantik, lemah lembut, penuh perhatian, murah senyum langsung berubah menjadi sosok pengabdi setan yang serem, sensitif, asing, temperamen, kejam dan mendadak ngerti kungfu, taekwondo, silat dan segala macem kata berbahaya lainnya. Yang berakhir pada satu kesimpulan, we have no chance of winning, we already lose from begin with. Kita nggak punya kesempatan buat menang, kita sudah kalah sejak awal.

Dan satu-satunya jawaban atas “Elu cowo mana tau sakitnya PMS” adalah “Elu mana tau rasanya kejepit resleting.” Cewe mana tau sakitnya kayak apa. Sakitnya itu kaya disunat dua kali.

Sunat sekali aja sakitnya parah, apalagi ampe disunat dua kali, habis kitanya. Dan alasan ini pun nggak cukup efektif sebenarnya.
Kalo cewe tanya,”Kenapa sih elu marah-marah nggak jelas ?”
Dan jawaban cowo,”Gue kejepit resleting !”

Ini aneh, dan meskipun ini kejadian, kita tak akan bilang-bilang sama cewe. Kita akan pura-pura tegar meski batin meringis kesakitan. Itu semua demi harga diri.
Dan marahnya orang yang PMS itu seperti marah yang wajar. Kita para cowo mulai berpikir bahwa kata “wajar” itu mempunyai definisi yang berbeda antara kaum cewe dan cowo. Wajar bagi cewe mungkin artinya “keharusan” bukan “normal atau umum”. Mana ada marah tanpa alasan itu yang “wajar”.

Makanya kita sama sekali nggak ngerti ketika cewe bilang “Wajarlah kita marah, kita kan lagi PMS. Wanita di seluruh galaxy juga sama kalo lagi PMS. Pengennya ngebantai orang.”

Ngeri gaes.

Asumsi seperti itulah yang membuat cewe terlahir seperti Dewi Kebenaran, dimana mereka selalu benar, jika mereka salah ingatlah mereka selalu benar. Itu jugalah yang menjadi pelajaran berharga buat kaum cowo ngasih kejutan. Kita kalau ngasih kejutan harus milih-milih hari, jangan sampe ngasih kejutan pas oragnnya lagi PMS. Kebayang kan ngejutin orang PMS, bukannya mereka senang malah marah-marah karena nggak suka dikejutin. Serba salah emang.

Anehnya lagi kalo orang lagi PMS, itu suka bawa GPS dan anjing pelacak. Biar apa, biar kalo cowo pada ngilang, langsung ketemu dan nggak punya alasan buat ngilang lagi.

Mungkin memang benar bahwa kita nggak pernah ngerti rasa sakitnya cewe pas lagi PMS. Karena yang kita tahu, kejepit resleting itu jauh lebih sakit.

4 tanggapan untuk “PMS

  1. Hahahahahaha aku baca ini dengan keadaan di tempat kerja dan ketawa2. Entah kenapa, aku pun masih ga ngerti apakah PMS itu sebelum mens atau memang saat mens datang. Tapi nya, aku lebih gatau kapan aku PMS -____- cuma yang pasti hari pertama/kedua mens datang, sakit perutnya seharian hiks. Dah sih gitu aja.

      1. Nah tapinya orang2 yang lagi mens, kenapa nganggepnya lagi pms juga. Terus nih darimana seorang perempuan tau dia lagi pms. Bisa aja gak lagi pms tapi emang pengen marah, emosi naik turun, pengen makan ini itu.

        Nah. Kamu gausah jawab. Soalnya gakan tau. Aku juga gatau. Cuma aku pengen aja bales komen soalnya bingung. Yaudaya nyonjot, bhay.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s