Lost My Phone

Untuk kesekian kalinya saya mau berbicara bla…bla…bla….karena sempet absen berbulan-bulan tidak menyambangi blog lagi. 😦

Oke, saya memang banyak kendala untuk mengisi ulang blog ini. Kendala utamanya koneksi inet yang lelet kadang mah tidak ada speed sama sekali dan yang paling menjadi kendala adalah malas. Malas kalau sudah ribet begitu.

Selama absen itu, ada banyak banget event yang pengen saya luncurin. Ada JAB 5 (Jimat Adventure Banyumas yang ke lima) sebuah event adventure bareng Djarum Super, peresmian gedung BMI (Buruh Migran Indonesia) di Cilacap dan pernikahan rekan kerja. Kemarin memang banjir undangan, temen-temen saya pada rame-rame merit, cuma saya yang belom nyusul. *gigit jari.

IMG_95s19

Sebuah ritual wajib ! nampang !

DSC00069

Yang bening sudah siap berjejer ! Umbelan Girl Umbrella Girl

Hanya itu foto yang terselamatkan, yang lain entah sekarang dimana. Saya kehilangan si Putih Mungil itu, henpon saya ilang. 😦

Kemarin kami memang dapat job buat dokumentasi sebuah pernikahan plus hiburan dangdut dari pagi jam delapan sampe malam jam 12. Mungkin karena cape atau apa karena siangnya kami juga ada di Pendopo Kecamatan pada acara wedding, habis itu saya lembur sampai jam dua dini hari buat ngedit dokumentasi wedding rekan kerja yang kerabatnya mau balik lagi ke Sumatra, jadi mau nggak mau hari itu juga harus jadi. Alhasil saya ke Majenang memang dalam stamina yang kurang (saya tidak bisa tidur dalam perjalanan).

Session pertama (siang) memang sukses dan henpon saya masih saya pegang hingga session yang kedua (malam) sekitar jam setengah sebelas malam. Acara sukses dan selesai dini hari jam dua belas lebih dan kami selesai packing alat jam setengah dua dini hari. Disaat itulah saya meraba saku saya buat ngambil yang namanya henpon. Barulah sadar, henpon itu sudah tidak ada ditempatnya. Hilang.

Saya cek bolak balik dari panggung yang ada di dalam tarub hingga tempat parkiran mobil, barangkali henpon saya jatuh ketika sedang packing alat tadi. Meskipun sudah dibantu sama rekan yang lain, tetap saja henpon itu tidak diketemukan. Dan kondisi henpon itu ada dalam posisi mati, sengaja saya matikan dan niat saya nyalakan lagi dalam perjalanan pulang nanti.

Daripada saya membebani henpon saya, saya lebih baik memilih pulang, kasihan yang lain sudah pada ngantuk dan kelelahan, ditambah lagi kita masih harus menempuh perjalanan sekitar dua jam lebih. Saya sudah merelakan, henpon saya memang sudah harus hilang.

Saya tidak menyayangkan si Mungil Putih itu akhirnya lepas dari genggaman, yang saya sayangkan adalah kontak temen-temen dan yang lain yang tidak saya sinkronkan dengan google sehingga sekarang saya tidak punya kontak siapa-siapa.

Mengenai nomer itu, saya berencana untuk tidak menghidupkannya kembali dengan berbagai alasan. Yang pertama saya nggak mau dibilang sombong karena setiap kali ada sms atau telfon yang masuk dari temen lalu tanya “ini siapa ?”, terkesan bahwa men-delete nomor kontak mereka. Jadilah saya akan memakai nomor baru setelah ini, tentunya setelah dapat henpon yang baru juga (entah kapan). Biarlah, mereka yang memang perlu dengan saya bisa menghubungi lewat jejaring sosial atau datang langsung ke studio atau tempat kerja.

Terakhir saya memang ada janji dengan Mbiung buat nemenin ke Jogja dan sudah saya batalin, yang belum tinggal Pak Sapto yang minta di editkan presentasi tender yang dikirim via email. Saya tidak bisa menghubungi selain via sms atau telfon, nomor kontaknya hilang dan Pak Sapto sendiri masih ada di Jakarta.

keep-calm-i-ve-lost-my-phone

2 tanggapan untuk “Lost My Phone

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s